Rabu, 18 September 2013

News Presenter Competition SGTC

September 17, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Mendapat kesempatan bicara di depan kamera ala news presenter liputan 6, itulah yang dirasakan oleh peserta News Presenter Competition SGTC. Bukan hanya itu, mereka juga turut dinilai langsung oleh tim dari SCTV. 

Kompetisi ini dilangsungkan di Function Hall UMN dalam dua tahap. Tahap pertama di hari Selasa (17/9), para peserta yang berjumlah sekitar 40 orang tersebut diberikan topik secara acak oleh tim SGTC untuk dibacakan di depan kamera. Mereka semua berpenampilan rapi dan profesional layaknya news presenter.

Peserta bukan hanya dari UMN saja, tapi ada juga yang berasal dari UPNVJ dan LSPR.Satu per satu mendapat giliran untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca berita. Ada yang sudah berpengalaman menjadi announcer radio kampus maupun sebagai reporter di media kampus, sehingga pengalaman tersebut dapat memperkuat performa mereka selama di panggung. 

Sebelum melakukan kompetisi ini, para peserta sudah melakukan persiapan tersendiri. “Sempat berlatih di depan cermin, supaya tau nada kita seperti apa, cara bicara kita seperti apa,” jelas Zerica Estefania, salah satu peserta dari jurusan jurnalistik. 

Selama membacakan berita, mereka ditayangkan secara live di liputan6.com. Selain itu, mereka juga mendapatkan penilaian dan masukkan untuk menjadi news presenter yang baik langsung dari Miko Toro (produser Liputan 6), Senandung Nacita (news presenter Liputan 6) dan Ibnu Jufraedy (dosen feature media siar UMN). 

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi news presenter yang baik antara lain artikulasi yang jelas, penekanan nada, ekspresi wajah, gerak tubuh, kecepatan bicara, volume suara dan pengaturan nafas. Tetapi yang paling penting ialah penguasaan berita yang akan disampaikan.

Di akhir tahap pertama, seluruh peserta diberikan 10 topik yang harus dipersiapkan di tahap selanjutnya. Akan dipilih 10 orang untuk melaju ke final, dan para finalis akan diberikan pertanyaan oleh panelis berkenaan dengan salah satu dari 10 topik. Babak final dilaksanakan esok hari, Rabu (18/9). (*)


Berlatih Sebagai Citizen Journalism

September 17, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Ketika media massa tidak dapat menjangkau suatu peristiwa, citizen journalism berperan menjadi sumber berita terpenting. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, masyarakat biasa pun dapat menginformasikan peristiwa tersebut layaknya wartawan.




Berangkat dari fenomena citizen journalism yang sudah semakin marak di kalangan masyarakat dewasa ini, SCTV Goes To Campus melaksanakan kompetisi citizen journalism bagi mahasiswa-mahasiswi UMN pada Selasa (17/9).

Peserta ditantang untuk menghasilkan suatu paket berita yang menarik dan tentunya informatif serta bekerja di dalam tim. Mereka terbagi atas 10 tim yang masing-masing terdiri atas 3 orang. Ada yang bertanggungjawab sebagai penulis naskah berita, fotografer dan videografer.

“Pesertanya luar biasa, rata-rata kalau di kampus sebelumnya tidak sampai 10 kelompok. Kita harapkan 10 kelompok ini bisa berkarya dengan hasil yang maksimal untuk kita cari yang terbaik,” jelas Bapak Merdi Sofansa GM Fasilitasi Liputan 6.

Tema berita tidak ditentukan panitia, peserta bebas mencari berita baik di dalam kampus maupun lingkungan luar sekitar kampus dengan batas waktu hingga pukul 5 sore di hari yang sama. Peserta bisa searching di internet maupun wawancara orang untuk mendapatkan ide mengenai hal-hal apa saja yang menarik untuk dibahas.

Bukan hanya sebatas foto dan naskah saja, tetapi mereka harus menggarap video berdurasi kurang lebih 2 menit yang mencakup openingdan closing oleh presenter, soundbyte (wawancara narasumber) dan voice over (pembacaan naskah yang melatarbelakangi gambar), sehingga hasilnya seperti paket berita yang kerap ditayangkan di TV. Naskah tidak perlu terlalu panjang karena semakin ringkas cerita akan semakin membuat orang lebih intns untuk menikmati.

Para juri tentunya memiliki kriteria penilaian tersendiri. “Kita melihat dari keunikan angle berita, bagaimana mereka mengambil gambar seperti komposisi, estetika dan beauty, dan juga kekompakan dalam membuat suatu cerita,” tambah Bapak Merdi.

Pemenang dari Citizen Journalism akan diumumkan di hari kedua pelaksanaan SGTC, Rabu (18/9) di UMN. (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik InformatikaSistem InformasiSistem KomputerAkuntansiManajemen,Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id