Suatu ketika seorang pembawa seminar berbicara di depan sekitar 200 orang.
Sang pembicara ini mengeluarkan ikatan 10 lembar 100.000 rupiah, senilai Rp 1.000.000.
" Siapa yang mau saya beri uang Rp 1.000.000 ini ?" tanya pembicara.
Semua peserta seminar mengangkat tangan.
"Baiklah, saya akan memberi kalian uang ini." lanjut si pembicara, "Tetapi...., saya akan melakukan ini dulu."
Si pembicara kemudian meremas-remas ikatan uang itu sampai lecek.
"Siapa yang masih mau uang Rp 1.000.000 ini?"
Semua peserta masih mengangkat tangan.
Kemudian si pembicara tambah meremas remas ikatan uang yang sudah lecek tersebut dan membanting nya ke lantai dan menginjaknya.
"Siapa yang masih mau uang Rp 1000.000 ini?"
Semua peserta masih tetap mengangkat tangannya.
"Baiklah, 10 orang pertama yang paling cepat kedepan panggung akan mendapat masing-masing selember uang Rp 100.000, mulai sekarang."
Semua peserta seminar berebut kedepan panggung dan 10 orang pertama mendapat lembaran Rp 100.000 yang dijanjikan pembicara.
Cerita ini menggambarkan, betapa uang tersebut telah diremas-remas, dibanting ke lantai dan diinjak. Masih tetap banyak orang yang menginginkannya karena nilai uang itu masih tetap.
Seringkali hidup juga demikian ke kita, seakan-akan ingin meremas-remas kita, membanting kita ke lantai dan menginjak-injak kita.
Tapi, kalau kita berpegang pada nilai yang kita berikan pada diri kita, siapa kita sebenarnya, nilai kita akan tetap dan masih banyak yang menginginkan kita. Kita tetap memiliki nilai yang sangat berharga yang kita berikan ke diri kita, dan tentu nilai ini tetap disadari orang orang yang mencintai kita, keluarga dan teman.
Berilah nilai yang tinggi pada diri kita dengan belajar, dengan memiliki keahlian, dengan memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan teman. Suatu saat kita menemui kesulitan, kita tetap berpegang pada nilai tinggi kita.
Universitas Multimedia Nusantara Jakarta
www.umn.ac.id
Kamis, 31 Januari 2013
Keahlian adalah milik kita sendiri
Sikap yang luar biasa
Suatu ketika seekor burung bertanya pada seekor lebah yang baru saja pulang dari bekerja keras mengumpulkan dan membuat madu.
"hei lebah, kamu bersusah payah mengumpulkan dan membuat madu tapi kemudian madumu itu diambil oleh manusia. Apakah kamu tidak merasa kesal dan sedih?"
Sang lebah menjawab : " Tidak..... , sebab manusia hanya bisa mengambil madu ku, tapi mereka tidak bisa mengambil seni dan cara membuat madu yang ku miliki."
Ilmu dan keahlian adalah milik kalian sendiri dan tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya.
Selama memiliki ilmu dan keahlian kalian tidak akan kekurangan.
Universitas Multimedia Nusantara Jakarta
www.umn.ac.id
Suatu ketika seekor burung bertanya pada seekor lebah yang baru saja pulang dari bekerja keras mengumpulkan dan membuat madu.
"hei lebah, kamu bersusah payah mengumpulkan dan membuat madu tapi kemudian madumu itu diambil oleh manusia. Apakah kamu tidak merasa kesal dan sedih?"
Sang lebah menjawab : " Tidak..... , sebab manusia hanya bisa mengambil madu ku, tapi mereka tidak bisa mengambil seni dan cara membuat madu yang ku miliki."
Ilmu dan keahlian adalah milik kalian sendiri dan tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya.
Selama memiliki ilmu dan keahlian kalian tidak akan kekurangan.
Universitas Multimedia Nusantara Jakarta
www.umn.ac.id
Langganan:
Postingan (Atom)

